Dampak dari Pemanasan Global

Posted by

Feature photo by pexels

Beberapa dampak dari pemanasan global di antaranya adalah perubahan iklim (iklim/cuaca yang menjadi tidak stabil), meningkatnya level (permukaan) air laut, dan gangguan ekologi.

Iklim Menjadi Tidak Stabil

Iklim yang menjadi tidak stabil telah diungkapkan oleh NASA yang menyatakan bahwa pemanasan global menimbulkan efek pada perubahan cuaca dan iklim bumi yang semakin ekstrim. Hal ini dapat dilihat dari pola curah hujan yang berubah-ubah tanpa dapat diprediksi sehingga menyebabkan banjir di satu tempat, tetapi kekeringan di tempat yang lain. Topan dan badai tropis baru akan bermunculan dengan kecenderungan semakin lama semakin kuat.

Tanpa diperkuat oleh pernyataan NASA di atas pun kamu dapat melihat tanda-tanda perubahan iklim dan cuaca di lingkungan kita. Kamu dapat merasakan semakin panasnya suhu di sekitar kamu belakangan ini. Kedatangan musim hujan ataupun kemarau yang semakin tidak menentu dan tidak bisa diprediksi lagi.

Bagi petani, ketidakpastian musim hujan dan kemarau ini tentu sangat merugikan karena dapat mengganggu jadwal tanam dan panen. Saat musim hujan, bisa saja justru cuaca kering. Begitu juga sebaliknya, hujan lebat bisa saja turun saat musim kemarau. Ketidakpastian cuaca bisa mengganggu produksi tanaman dan mengurangi hasil panen. Turunnya produksi pertanian juga dapat mengganggu pasokan pangan yang dapat menyebabkan kekurangan pangan dan bahkan kelaparan.

Cuaca ekstrem juga makin sering kita dengar terjadi di beberapa wilayah di Indonesia dan dunia. Curah hujan yang tinggi kerap terjadi yang dapat menyebabkan banjir dan bencana alam lain seperti tanah longsor. Sebaliknya, di wilayah lain justru mengalami kemarau yang berkepanjangan yang menyebabkan kekeringan. Di beberapa tempat di dunia, seperti India, Pakistan, Amerika, dan Australia, gelombang panas yang ekstrem (panas yang melebihi normal) menjadi lebih sering terjadi.

Naiknya Permukaan Air Laut

Salah satu dampak pemanasan global adalah naiknya permukaan air laut (sea level). Naiknya permukaan air laut ini bisa disebabkan oleh dua faktor. Pertama, suhu atmosfer yang makin panas membuat volume air laut mengembang (bertambah) sehingga meningkatkan permukaan air laut. Kedua, suhu yang makin panas membuat es di kutub mencair sehingga menambah volume air laut dan permukaan air laut naik.

Diperkirakan ada beberapa pulau di wilayah pasifik akan tenggelam akibat naiknya permukaan air laut. Banjir rob (banjir akibat naiknya air laut ke daratan) di wilayah pesisir akan semakin sering terjadi. Rawa-rawa di pinggir laut (pantai) akan semakin banyak terbentuk. Perpindahan penduduk akibat wilayah daratannya yang dimasuki air laut juga akan terjadi yang bisa mempengaruhi kehidupan sosial dan ekonomi wilayah yang mengalami dampak tersebut.

Gangguan Ekologi

Perubahan musim dan suhu udara yang lebih tinggi bisa berpengaruh terhadap kehidupan hewan dan tumbuhan. Spesies tumbuhan dan hewan yang tidak bisa bertahan terhadap perubahan musim dan suhu bisa mengalami kepunahan. Jika hewan dan tumbuhan yang punah ini merupakan sumber bahan makanan bagi manusia atau makhluk hidup lain, ancaman kekurangan pangan dan kelaparan pun mengemuka.

Di lain pihak, beberapa spesies lain yang tidak diharapkan mungkin bisa timbul. Spesies nyamuk penyebab penyakit bisa saja berkembang biak lebih baik dengan suhu yang lebih panas. Berkembangnya spesies penyebab penyakit ini bisa meningkatkan kasus penyakit dan meningkatkan risiko kesehatan dalam masyarakat.

Referensi:

Bob Foster, Akselerasi Fisika SMA/MA Kelas XI, Penerbit Duta

Advertisements

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s