Metode dan Prosedur Ilmiah

Posted by

Metode ilmiah adalah seperangkat teknik yang digunakan oleh komunitas ilmiah untuk menyelidiki fenomena alam dengan menyediakan kerangka tujuan untuk membuat penelitian ilmiah dan menganalisis data untuk memperoleh kesimpulan tentang fenomena tersebut.

Langkah-langkah dalam Metode Ilmiah

Pada dasarnya, tujuan dari metode ilmiah itu seragam tetapi metode ilmiah itu sendiri belum diformalkan dalam semua cabang sains dan teknologi. Pengertian metode ilmiah paling umum dinyatakan sebagai serangkaian langkah diskrit, meskipun jumlah yang tepat dan sifat dari langkah-langkahnya bervariasi tergantung pada sumbernya. Metode ilmiah tidak tetap, tetapi lebih merupakan siklus yang sedang berlangsung yang dimaksudkan untuk diterapkan dengan kecerdasan, imajinasi, dan kreativitas.

Beberapa langkah-langkah ini bisa berlangsung secara bersamaan, dalam urutan yang berbeda, maupun diulang sebagai percobaan. Namun demikian, langkah-langkah ini adalah urutan yang paling umum dan intuitif. Berikut ini adalah pedoman umum yang baik untuk bagaimana metode ilmiah sering diterapkan.

Merumuskan Masalah
Menentukan fenomena (atau sekumpulan fenomena) alam yang ingin Kamu ketahui, jelaskan, atau pelajari lebih lanjut, kemudian merumuskan masalah biasanya dalam bentuk pertanyaan spesifik tentang fenomena itu.

Mengumpulkan Data
Mengumpulkan berbagai informasi yang berhubungan dengan masalah yang sedang diteliti. Pengumpulan data atau informasi dapat dilakukan dengan observasi, studi pustaka, dan wawancara dengan nara sumber yang valid. Langkah ini juga mencakup mempelajari hal-hal tentang fenomena yang sedang diteliti, termasuk dengan mempelajari studi sebelumnya yang pernah dilakukan orang lain terhadap fenomena yang serupa.

Menyusun Hipotesis
Merumuskan hipotesis tentang penyebab atau efek dari fenomena tersebut, atau hubungan fenomena dengan beberapa fenomena lainnya, menggunakan pengetahuan yang Kamu dapatkan.

Menguji Hipotesis
Hipotesis yang sudah disusun sebelumnya perlu diuji kebenarannya. Pengujian hipotesis sering dilakukan melalui percobaan atau eksperimen. Di sini kamu merancang dan melaksanakan eksperimen untuk membuktikan kebenaran hipotesis yang telah disusun sebelumnya.

Dalam melakukan eksperimen, kamu perlu menentukan variabel dari percobaan. Variabel dalam eksperimen adalah sesuatu yang Kamu dapat diubah atau dijaga tetap dalam eksperimen. Contoh umum dari variabel meliputi suhu, durasi (waktu) percobaan, komposisi bahan, dan jumlah cahaya. Ada tiga jenis variabel dalam eksperimen: variabel tetap, variabel bebas (independen), dan variabel terikat (dependen).

Variabel tetap, kadang-kadang disebut variabel konstan, adalah variabel yang dijaga konstan atau tidak berubah. Variabel bebas atau variabel independen adalah salah satu faktor yang diubah dalam percobaan. Dikatakan salah satu faktor karena biasanya dalam percobaan Kamu mencoba untuk mengubah satu hal pada suatu waktu. Hal ini membuat pengukuran dan interpretasi data jauh lebih mudah. Variabel terikat atau variabel dependen adalah variabel yang Kamu amati, untuk melihat apakah itu dipengaruhi oleh variabel bebasnya.

Membuat Kesimpulan
Menggunakan analisis matematis yang tepat untuk melihat apakah hasil eksperimen mendukung atau justru bertentangan dengan hipotesis. Jika data tidak mendukung hipotesis, harus ditolak atau diubah dan diuji ulang.

Membuat Laporan
Hasil percobaan sering kali disusun dalam bentuk laporan laboratorium (untuk percobaan yang dilakukan di kelas atau laboratorium) atau paper atau laporan tertulis (dalam kasus penelitian akademis untuk dipublikasikan). Hal serupa juga terjadi untuk hasil percobaan untuk memberikan kesempatan bagi pertanyaan tentang fenomena yang sama atau fenomena yang terkait, yang memulai proses penelitian (riset) baru dengan pertanyaan baru.


Langkah-Langkah Metode Ilmiah

Perilaku Ilmiah

Agar dapat memahami alam dengan baik dan selanjutnya pemahaman itu bermanfaat, baik bagi diri sendiri maupun lingkungan, Kamu perlu membekali diri dengan sikap dan perilaku ilmiah. Sikap dan perilaku ilmiah tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Sikap ingin tahu yang tinggi, terutama pada hat-hal yang baru dan peduli terhadap lingkungan sekitar.
  2. Berpikir terbuka, jujur, dan mau menghargai kerja dan pendapat yang berasal dari kelompok atau individu. Bersikap objektif jika menemukan fakta baru yang lebih akurat.
  3. Menyajikan data yang diperoleh secara cermat, teliti, dan merupakan data yang sebenarnya berdasarkan pengamatan yang dilakukan. Dengan kata lain, peneliti harus jujur dan bertanggung jawab.
  4. Selalu berpikir untuk maju dan kritis dalam mencari solusi, tekun, dan tidak tergesa-gesa atau hati-hati dalam mengambil suatu kesimpulan. Selain itu, juga kreatif dan inovatif dalam menemukan suatu permasalahan.
  5. Mampu meyakinkan orang lain tentang kebenaran penelitian yang dilakukan individu atau kelompok secara objektif. Penarikan kesimpulan harus berdasarkan fakta-fakta ilmiah.
  6. Berpikir secara logis dan menjauhkan diri dari takhayul.

Referensi:
Bob Foster. 2017. Akselerasi Fisika SMA Kelas X. Depok: Penerbit Duta

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s